Tendik UAD Dibekali Ergonomi Kerja, Cegah GOTRAK dan Tingkatkan Produktivitas

Yogyakarta – Pelatihan Keselamatan Kerja Berbasis Ergonomi Bagi Tenaga Kependidikan digelar Biro Sumber Daya Manusia (BSDM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 18–22 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti tenaga kependidikan dari berbagai unit, termasuk Staff Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG), Mar’atul Khoiroh dan Dikdo Harimawanto.

Kepala BSDM UAD, Dr. Hendro Widodo, M.Pd.I menyampaikan pelatihan dilaksanakan dalam empat batch. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun perspektif sehat fisik di lingkungan kerja demi mendukung peningkatan kinerja dan produktivitas pegawai.

“Harapannya, UAD semakin produktif dan berkemajuan,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang SDM UAD, Dr. Normasari, M.Hum saat membuka kegiatan menekankan pentingnya tenaga kependidikan mengenali kondisi fisik masing-masing. Ia mengatakan gangguan otot dan tulang akibat aktivitas kerja dapat berdampak langsung pada produktivitas. Menurut Normasari, deteksi dini cedera di tempat kerja menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan kesehatan yang lebih serius. Aktivitas kerja statis yang berlangsung dalam waktu lama juga membutuhkan relaksasi dan peregangan secara berkala.

“Pesan rektor terkait budaya hidup sehat perlu diamalkan di ruang kerja,” katanya.

Dari kiri, Kepala BSDM Dr. Hendro Widodo, M.Pd.I, Wakil Rektor Bidang SDM Dr. Norma Sari, M.Hum, Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan BSDM Nur Arina Hidayati, M.Sc membuka Peltihan keselematan Kerja Berbasi Ergonomi Bagi Tenaga Kependidikan UAD, Yogyakarta, Senin, 18 Mei 2026

Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yakni Ragil Atmaja, ST., AIFO., CI., CHydroT dan dr. Dewi Lestari, MM., AIFO-K., CI., CHMC. Keduanya memaparkan risiko kesehatan akibat postur kerja yang tidak ergonomis.

Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa GOTRAK atau Gangguan Otot Tulang Rangka Akibat Kerja menjadi isu kesehatan global yang terus meningkat setiap tahun. Berdasarkan data WHO dan CDC, pekerja dengan aktivitas statis memiliki risiko tinggi mengalami gangguan muskuloskeletal.

Peserta diajak memahami dampak postur tubuh yang salah saat bekerja. Postur yang tidak ergonomis dapat memicu nyeri punggung bawah dan cedera leher atau text neck syndrome. Posisi tubuh yang membungkuk juga berisiko menimbulkan tekanan berlebih pada jantung serta gangguan pernapasan. Selain itu, pekerja dapat mengalami risiko Hernia Nucleus Pulposus (HNP).

Melalui penjelasan anatomi sederhana dan contoh kasus nyata, peserta memahami bahwa kebiasaan kecil seperti posisi duduk dapat berdampak besar terhadap kesehatan jangka panjang.

Tak hanya teori, pelatihan ini disertai praktik langsung mengenai teknik duduk ergonomis, cara aman mengangkat beban, hingga metode sederhana untuk mengurangi ketegangan otot saat bekerja. Para tendik juga dikenalkan teknik squat dan Kneeling stretch yang dapat dilakukan di ruang kerja untuk mencegah GOTRAK. Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta pelatihan mengaku baru memahami bahwa kebiasaan kerja sehari-hari yang terlihat sepele ternyata berpotensi memicu gangguan pada tulang dan otot.

Pelatihan tersebut menjadi pengingat bahwa sumber daya manusia yang sehat merupakan fondasi penting bagi produktivitas kerja dan pelayanan berkualitas di lingkungan kampus.