Sleman – Sebanyak 285 mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahap 1 Tahun 2026 mengikuti kegiatan bela negara di lingkungan Akademi Angkatan Udara pada Jumat-Sabtu, 22–23 Mei 2026. Kegiatan itu menjadi bagian dari penguatan karakter calon pendidik agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme dan kedisiplinan tinggi.
Kegiatan dihadiri Wakil Rektor UAD Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Gatot Sugiharto, M.Hum, Kaprodi PPG Prof. Dr. Trikinasih Handayani, M.Si, Sekretaris Program Studi Dr. Agus Supriyanto, M.Pd., serta koordinator bidang akademik.
Sambutan Gubernur AAU dibacakan Kepala Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AAU, Kolonel Pas Iwan Setiawan, S.T., M.Han.. Dalam sambutannya ditegaskan bahwa bela negara merupakan wujud nyata kolaborasi dunia pendidikan dengan sistem pertahanan negara dalam membangun generasi berkarakter kuat dan berintegritas.
“Bela negara merupakan kewajiban seluruh warga negara sesuai bidang dan profesinya masing-masing,” kata Iwan saat membacakan sambutan Gubernur AAU.

Lebih lanjut disampaikan, mahasiswa PPG sebagai calon guru memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membangun karakter peserta didik yang berwawasan kebangsaan.
Tantangan transformasi digital saat ini menuntut hadirnya guru yang bukan hanya cerdas secara intelektual, melainkan juga memiliki integritas, keteladanan, kepemimpinan, dan cinta tanah air.
“Kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi dan pembangunan fisik, tetapi juga ketangguhan karakter serta sikap saling menghormati,” ujarnya.
Kegiatan bela negara tersebut diharapkan mampu membentuk mahasiswa PPG menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sementara itu, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Gatot Sugiharto, menekankan empat hal penting yang harus dimiliki calon guru. Pertama, menjadi teladan bagi peserta didik. Kedua, membangun kebiasaan positif dan karakter disiplin. Ketiga, mampu mengawasi perkembangan peserta didik. Keempat, memberikan nasihat yang membangun dan positif.

Dalam kesempatan tersebut, Gatot secara resmi menyerahkan 285 mahasiswa PPG kepada pihak AAU untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara.
Menurut dia, pendidikan yang terstruktur di lingkungan AAU diharapkan dapat memperkuat kesiapan mahasiswa PPG dalam mengabdi sebagai pendidik di berbagai daerah di Indonesia.
“Mahasiswa PPG harus siap ditempatkan di mana pun dan membawa nilai-nilai kebangsaan dalam dunia pendidikan,” kata Gatot.