Yogyakarta – Diskusi tentang motivasi pribadi yang mencerminkan growth mindset berlangsung dalam perkuliahan Mata Kuliah Pola Pikir Bertumbuh (Growth mindset) dalam Pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran dengan dosen pengampu Syariful Fahmi, M.Pd, Rabu (13/05/2026) di Kampus 5 Universitas Ahmad Dahlan.
Dalam perkuliahan tersebut, mahasiswa mendiskusikan materi Mindset Assessment Profile sebagai bagian dari upaya mengubah pola pikir tetap (fixed mindset) menjadi pola pikir bertumbuh (growth mindset). Mata kuliah ini dirancang untuk membekali calon guru agar mampu membangun karakter pembelajar yang adaptif dan terbuka terhadap tantangan.
Syariful Fahmi menilai pola pikir bertumbuh menjadi bekal penting bagi calon pendidik. Menurut dia, guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan membangun semangat belajar murid melalui proses yang reflektif dan berkembang.
Karena itu, mahasiswa didorong untuk mempelajari, mengembangkan, sekaligus menumbuhkan pola pikir bertumbuh pada diri mereka sendiri sebelum menerapkannya kepada siswa di sekolah.
Dalam sesi diskusi kelas, mahasiswa diminta menyampaikan pandangan menggunakan kerangka empat langkah, yakni Cognitive Framing, Scaffolding, Opportunity-Based Thinking, dan Formative Assessment. Kerangka tersebut digunakan untuk membantu mahasiswa menggeser cara pandang dari fixed mindset menuju growth mindset.
Diskusi berlangsung dinamis ketika mahasiswa mulai mengaitkan konsep tersebut dengan pengalaman calon guru di ruang kelas. Sejumlah mahasiswa menyampaikan bahwa kebingungan siswa bukanlah kegagalan pembelajaran, melainkan tanda bahwa guru sedang mencari strategi yang lebih mudah dipahami.
Mahasiswa juga menilai tugas guru bukan sekadar mengejar jawaban benar, melainkan menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. Dalam proses itu, guru harus siap menghadapi kegagalan dan menjadikannya sebagai bagian dari pembelajaran.
Pandangan lain yang muncul dalam diskusi menyebutkan bahwa seorang calon guru mungkin belum memiliki strategi mengajar yang sempurna. Namun, setiap percobaan yang dilakukan di kelas dianggap sebagai proses peningkatan kemampuan atau level up skill bagi guru.
Perkuliahan tersebut menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pola pikir bertumbuh bukan hanya teori, melainkan sikap yang perlu dibangun dalam praktik pendidikan sehari-hari.