DPL PPG UAD Sit In di Sekolah, Pastikan Kualitas Praktik Mengajar

Yogyakarta — Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan sit in di sekolah mitra pada 4 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kualitas pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2 yang diikuti 284 mahasiswa di 51 sekolah.

Sebanyak 284 mahasiswa PPG FKIP UAD sebelumnya diterjunkan secara serentak untuk mengikuti PPL 2 pada Rabu, 12 Agustus 2026. Selama pelaksanaan praktik, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga menjalani proses pembelajaran terbimbing, mentoring, refleksi, dan pengembangan pembelajaran secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan sit in, DPL bersama guru pamong dapat melihat secara langsung proses pembelajaran yang dilakukan mahasiswa di kelas. Kehadiran DPL di sekolah juga dimanfaatkan untuk memastikan setiap tahapan PPL berjalan sesuai dengan rancangan yang telah ditetapkan.

Salah satu fokus utama ialah pelaksanaan praktik pembelajaran terbimbing menggunakan format lesson study. Model tersebut dilakukan melalui tiga siklus utama, yakni plan, do, and see, yang dilanjutkan dengan refleksi serta rencana tindak lanjut atau reflection and follow-up.

Pada tahap plan, mahasiswa bersama guru pamong menyusun perencanaan pembelajaran. Tahap do menjadi ruang implementasi rancangan tersebut di kelas. Selanjutnya, tahap see digunakan untuk mengamati dan merefleksikan proses pembelajaran yang telah berlangsung.

Dr. Laila Fatmawati, M.Pd melaksanakan sit in PPL 2 di SD Negeri Lempuyangwangi (Dok. PPL SDN Lempuyangwangi).

Hasil refleksi dan rencana tindak lanjut dari pembelajaran terbimbing menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Temuan selama satu siklus pembelajaran wajib dimanfaatkan mahasiswa sebagai bahan untuk mengembangkan siklus berikutnya, terutama ketika memasuki praktik pembelajaran mandiri.

Dengan pola itu, PPL tidak berhenti pada aktivitas mengajar. Mahasiswa didorong untuk mampu membaca persoalan pembelajaran, mengevaluasi praktiknya, kemudian memperbaiki strategi berdasarkan hasil refleksi.

Kegiatan sit in juga menjadi kesempatan bagi DPL dan guru pamong melakukan self-assessment terhadap kualitas pembimbingan dan pendampingan mahasiswa PPG. Evaluasi ini diperlukan untuk memastikan proses pendampingan tidak sekadar memenuhi tahapan administratif, tetapi benar-benar memberi dampak terhadap perkembangan kompetensi calon guru.

Keterlibatan DPL dan guru pamong secara langsung di sekolah diharapkan dapat memperkuat hubungan antara proses pendidikan profesi guru di perguruan tinggi dengan praktik nyata di satuan pendidikan.

PPL 2 sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan pedagogis, profesional, sosial, dan kepribadian dalam situasi pembelajaran yang sesungguhnya. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tugas sebagai guru profesional.

Bagi PPG FKIP UAD, pemantauan melalui sit in menjadi salah satu mekanisme untuk menjaga mutu pelaksanaan PPL. Proses pembimbingan yang disertai observasi, refleksi, dan tindak lanjut diharapkan membuat praktik mengajar mahasiswa semakin terarah dan berbasis pada kebutuhan peserta didik.