Cegah Fatherless, Mahasiswa PPG PGPAUD Ajak Ayah dan Anak Satu Kanvas

Bantul — Upaya mencegah fatherless tidak selalu harus dimulai dari ruang seminar. Di Embung Potorono, Bantul, ayah dan anak justru diajak duduk bersama, memegang alat gambar, dan menuangkan cerita mereka dalam satu kanvas.

Kegiatan bertajuk Workshop “Upaya Pencegahan Fatherless” dan Lomba Mewarnai Ayah dan Anak ” Satu Kanvas Dua Cerita” digelar pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas mata kuliah Projek Kepemimpinan Semester 2 PPG Prajabatan Calon Guru Tahun 2026 bidang Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD).

Kegiatan dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa PPG PGPAUD dengan dosen pembimbing Dr. Agus Supriyanto, M.Pd. Kelompok tersebut terdiri atas Luthfia Rani Azzahra, Munadzirotul Fajriyah, Nabila Alya Sudarsono, Naura Nazhifa, Rahma Tri Arfiana, Resa Julianti Putri, Ro’inatul Mukaromah, Salma Mahdiyyah Asma, dan Siana.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak sekadar menjalankan proyek akademik. Mereka mengangkat persoalan pengasuhan yang dekat dengan kehidupan keluarga, yakni pentingnya keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak usia dini.

Tujuan kegiatan adalah meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia dini melalui aktivitas kolaboratif yang dapat memperkuat hubungan ayah dan anak. Kegiatan juga dirancang untuk meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya peran ayah dalam proses tumbuh kembang anak.

Lomba mewarnai menjadi medium utama untuk membangun interaksi tersebut. Ayah dan anak bekerja dalam satu tim untuk menyelesaikan sebuah karya. Mereka berdiskusi, memilih warna, berbagi tugas, hingga menyelesaikan gambar secara bersama-sama.

Aktivitas sederhana itu menjadi pintu masuk untuk membangun quality time. Kehadiran ayah tidak hanya dipandang dalam konteks memenuhi kebutuhan materi keluarga, tetapi juga melalui keterlibatan secara langsung dalam aktivitas dan pengasuhan anak.

Seorang ayah yang mengikuti kegiatan mengaku senang dan puas. Menurut dia, kegiatan yang secara khusus melibatkan ayah bersama anak masih relatif jarang.

Ia menilai kegiatan tersebut memberikan ruang bagi ayah untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama anak melalui aktivitas yang menyenangkan.

“Jarang ada kegiatan anak yang melibatkan ayah. Kegiatan seperti ini memfasilitasi quality time antara ayah dan anak,” ujar salah seorang ayah peserta.

Bagi anak, kebersamaan tersebut bukan sekadar menghasilkan gambar berwarna. Interaksi selama kegiatan membuka ruang komunikasi, kerja sama, dan kedekatan emosional antara ayah dan anak.

Pengangkatan isu fatherless menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek dalam mata kuliah Projek Kepemimpinan Semester 2 PPG Prajabatan Calon Guru 2026. Mahasiswa ditantang untuk merancang dan melaksanakan kegiatan yang memiliki manfaat bagi masyarakat.

Melalui proyek ini, mahasiswa PPG PGPAUD mempraktikkan kemampuan kepemimpinan, kolaborasi, komunikasi, sekaligus pemecahan masalah yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini.

Foto bersama Panitia Workshop “Upaya Pencegahan Fatherless” dan Lomba Mewarnai Ayah dan Anak” Satu Kanvas Dua Cerita dengan Peserta (Dok. Panitia)

Pemilihan aktivitas mewarnai juga membuat pesan yang disampaikan lebih mudah diterima keluarga. Isu tentang pengasuhan dan keterlibatan ayah tidak disampaikan secara menggurui, melainkan melalui pengalaman langsung yang menyenangkan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi refleksi dalam bentuk post-test. Evaluasi tersebut menjadi sarana untuk mengetahui pemahaman peserta sekaligus memperoleh umpan balik terhadap pelaksanaan kegiatan.

Dari sebuah kanvas, mahasiswa PPG PGPAUD ingin menyampaikan pesan yang lebih besar: mencegah fatherless dapat dimulai dari hal sederhana, yakni kesediaan ayah untuk hadir, berinteraksi, mendengarkan, dan menyediakan waktu bersama anak.

Sebab bagi anak usia dini, kebersamaan dengan ayah bukan hanya soal berapa lama waktu yang tersedia, tetapi tentang seberapa bermakna kehadiran itu dirasakan.

Kontributor :  Ro’inatul Mukaromah (mahasiswa PPG Calon Guru bidang PGPAUD)
Editor : Dikdo H.