Dari Kantin ke Diagram Batang: Strategi PBL Mahasiswa PPG UAD Aktifkan Pembelajaran Matematika

Yogyakarta – Upaya menghadirkan pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna terus dilakukan oleh mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Melalui pendekatan Problem Based Learning (PBL), empat mahasiswa PPL menginisiasi pembelajaran inovatif pada materi penyajian data di SD Muhammadiyah Demangan, Kamis, 16 dan 23 April 2026.

Mahasiswa yang terlibat, yakni Nur Annisa Trisna Murti, Nabiila Salwanisa Wibowo, Mutiara Wulan Maytasya, dan Novmiasti Sela Mardefi, melaksanakan pembelajaran terbimbing di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Burhanudin Arif Nurnugroho, S.Si., M.Sc., serta Guru Pamong Syarifah Nuzuliana, S.Pd.I., M.Pd. dan Dwi Rochmawati, S.Pd.

Mengusung materi Bab 6 Penyajian Data, khususnya subtopik diagram batang, pembelajaran dirancang dengan prinsip pembelajaran mendalam yang mengedepankan aspek berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful). Pendekatan ini menempatkan siswa sebagai subjek aktif yang terlibat langsung dalam proses belajar melalui pengalaman nyata.

Kegiatan pembelajaran diawali dengan penggunaan media konkret bertajuk “Kantin Makanan Kesukaan”. Melalui pertanyaan pemantik terkait jajanan favorit, siswa diajak menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari. Jawaban siswa kemudian diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, seperti jajanan sekolah, tradisional, hingga snack kekinian.

Pendekatan kontekstual ini terbukti efektif dalam membangun suasana kelas yang dinamis sekaligus mendorong rasa ingin tahu siswa. Interaksi yang terbangun tidak hanya meningkatkan partisipasi, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis sejak tahap awal pembelajaran.

Pada tahap inti, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan pengumpulan data sederhana menggunakan media yang bervariasi. Nur Annisa memanfaatkan dadu berisi kategori jajanan sebagai alat eksplorasi data, sementara Nabiila menggunakan lembar kerja berbasis turus yang diisi langsung oleh siswa.

Di sisi lain, Novmiasti Sela Mardefi menghadirkan pendekatan kreatif melalui penggunaan kertas origami yang disusun menjadi diagram batang. Aktivitas ini melibatkan keterampilan motorik sekaligus pemahaman konsep visual. Adapun Mutiara Wulan Maytasya memperkuat pembelajaran melalui kuis interaktif berbasis teknologi yang menguji kemampuan siswa dalam membaca dan menginterpretasi diagram batang.

Ragam media dan metode tersebut memberikan pengalaman belajar yang variatif dan memperkaya pemahaman siswa terhadap konsep penyajian data. Keterlibatan aktif siswa terlihat dari antusiasme dalam berdiskusi, bertanya, hingga menyusun hasil kerja kelompok.

Pada tahap akhir, setiap kelompok mempresentasikan hasil diagram batang yang telah dibuat. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman konsep matematika, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi serta membangun kepercayaan diri siswa. Interaksi antarkelompok melalui sesi tanggapan turut memperkaya proses belajar secara kolaboratif.

Implementasi Problem Based Learning dalam pembelajaran ini menunjukkan bahwa matematika dapat diajarkan secara lebih kontekstual, menarik, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain meningkatkan pemahaman konsep, pendekatan ini juga berkontribusi dalam pengembangan keterampilan sosial, kerja sama, dan komunikasi siswa.

Melalui inovasi pembelajaran yang adaptif dan berorientasi pada pengalaman nyata, mahasiswa PPL PPG UAD turut berperan dalam mendorong transformasi pembelajaran di sekolah dasar menuju praktik pendidikan yang lebih humanis dan bermakna.ta, metode PBL terbukti mampu menciptakan proses belajar yang lebih menarik sekaligus mengembangkan keterampilan sosial, kerja sama, dan komunikasi siswa di kelas..

Kontributor: Nur Annisa Trisna Murti, Nabiila Salwanisa Wibowo, Mutiara Wulan Maytasya dan Novmiasti Sela Mardefi
Editor : Tim Publikasi PPG UAD