Yogyakarta – Program PPG Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melakukan benchmarking ke Program Studi PPG Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Kamis, 11 Juni 2026. Kunjungan tersebut difokuskan untuk mempelajari tata kelola akademik dan pengelolaan keuangan program guna mendukung penyelenggaraan PPG yang akuntabel.
Rombongan UMSU dipimpin oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Agama Islam UMSU, Dr. Rizka Harfiani, M.Psi., didampingi Indah Pratiwi, M.Pd., dari bidang akademik dan kurikulum.
Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia UAD, Dr. Nurma Sari, M.Hum., Kaprodi PPG UAD Prof. Dr. Trikinasih Handayani, M.Si., Sekretaris Prodi Dr. Agus Supriyanto, M.Pd., serta jajaran staf Prodi PPG UAD.
Nurma Sari menegaskan bahwa pengalaman UAD maupun UMSU sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang telah terbiasa menjalani berbagai audit internal menjadi modal penting dalam penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Guru.
Menurut Nurma, budaya tata kelola yang baik dan sistem pengawasan yang telah berjalan di lingkungan PTM menjadi landasan kuat untuk memastikan program PPG dapat dikelola secara profesional dan akuntabel.
“Sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah, kita sudah terbiasa dengan berbagai audit internal. Karena itu, kami yakin penyelenggaraan PPG dapat dijalankan dengan baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Trikinasih Handayani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UMSU memilih PPG UAD sebagai mitra diskusi. Menurut dia, meskipun kedua program PPG berada di bawah kementerian yang berbeda, pola pengelolaan program tidak memiliki perbedaan yang signifikan karena sama-sama didukung melalui skema dana hibah pemerintah.
“Secara tata kelola, baik akademik maupun keuangan, tidak jauh berbeda. Karena itu kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai pengelolaan PPG yang efektif dan akuntabel,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Rizka Harfiani mengungkapkan bahwa PPG FAI UMSU baru pertama kali menyelenggarakan program Pendidikan Profesi Guru. Kondisi tersebut membuat pihaknya masih aktif mencari referensi dan informasi, terutama terkait sistem pengelolaan keuangan program.
“Kami ingin belajar dari pengalaman UAD yang lebih dahulu menyelenggarakan PPG, khususnya dalam pengelolaan keuangan agar sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” kata Rizka.
Diskusi kemudian berfokus pada tata kelola keuangan program PPG, terutama penerapan Standar Biaya Masukan (SBM) sebagai acuan dalam penyusunan dan penggunaan anggaran. Pembahasan ini dinilai penting untuk memastikan pengelolaan dana hibah berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi.
Salah satu topik yang mendapat perhatian khusus adalah penerapan Standar Biaya Masukan (SBM) sebagai dasar penyusunan dan pertanggungjawaban anggaran program. Nazufa Hunain Akmal, M.Acc., yang menangani bidang keuangan Prodi PPG UAD, memaparkan secara rinci mekanisme penggunaan anggaran berdasarkan SBM yang berlaku. Ia menjelaskan berbagai komponen pembiayaan, proses pertanggungjawaban, hingga strategi menjaga efektivitas penggunaan dana program.
Melalui kegiatan benchmarking tersebut, UMSU berharap dapat mengadopsi berbagai praktik baik yang telah diterapkan di UAD. Hasil kunjungan ini diharapkan menjadi bekal dalam membangun sistem tata kelola PPG yang profesional, baik dari sisi akademik maupun keuangan.
Rizka menegaskan bahwa penguatan tata kelola menjadi langkah penting untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan PPG di UMSU.
“Harapannya, kami dapat mengelola PPG secara baik, baik dari aspek akademik maupun keuangan, sehingga seluruh proses berjalan akuntabel dan memberikan manfaat optimal bagi calon guru profesional,” ujarnya. Benchmarking tersebut diharapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih luas antara UMSU dan UAD dalam pengembangan program profesi guru. Selain memperkuat tata kelola keuangan, kerja sama ini juga membuka ruang berbagi pengalaman dalam peningkatan mutu akademik dan layanan pendidikan bagi calon guru profesional.