Yogyakarta – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mencatatkan prestasi akademik di tingkat nasional. Buku Asesmen Diagnostik Pendukung Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka karya dosen Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP UAD, Dr. Ika Maryani, M.Pd., Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.I., dan Dr. Enung Hasanah, M.Pd., resmi ditetapkan sebagai salah satu referensi utama mata kuliah Pembelajaran Mendalam dan Asesmen (PMA) Lanjut pada Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026.
Penetapan buku tersebut menjadi bukti pengakuan Direktorat Pendidikan Profesi Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terhadap kualitas keilmuan serta kontribusi akademik dosen Prodi PPG FKIP UAD dalam pengembangan pendidikan guru di Indonesia.
Buku ini mengangkat isu learning loss pascapandemi Covid-19 yang berdampak pada ketercapaian tujuan pembelajaran. Sebagai respons atas tantangan tersebut, Kurikulum Merdeka dikembangkan dengan menempatkan pembelajaran berdiferensiasi sebagai salah satu strategi utama. Pendekatan ini diawali melalui asesmen diagnostik yang memetakan kondisi kognitif dan nonkognitif peserta didik sehingga guru dapat merancang pembelajaran, remedial, maupun pengayaan sesuai kebutuhan setiap siswa. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih adil, inklusif, dan memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal.
Melalui buku tersebut, penulis menekankan pentingnya asesmen diagnostik sebagai langkah awal sebelum proses pembelajaran dilaksanakan. Asesmen tidak hanya memetakan kemampuan kognitif peserta didik, tetapi juga aspek nonkognitif sehingga guru dapat merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan setiap murid. Hasil asesmen menjadi dasar dalam menentukan layanan remedial, pengayaan, maupun bentuk intervensi lain agar seluruh peserta didik memperoleh kesempatan belajar secara optimal.
Buku ini juga disusun sebagai panduan praktis bagi guru dalam melaksanakan seluruh tahapan asesmen diagnostik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, analisis hasil, hingga tindak lanjut pembelajaran. Melalui pendekatan tersebut, buku ini diharapkan memperkuat implementasi prinsip Teaching at the Right Level (TaRL) sehingga pembelajaran benar-benar berpihak pada kebutuhan peserta didik.
Salah satu penulis, Dr. Ika Maryani, M.Pd menjelaskan bahwa asesmen diagnostik bukan sekadar alat untuk mengukur kemampuan awal peserta didik, tetapi menjadi dasar dalam menentukan strategi pembelajaran yang paling sesuai dengan karakteristik setiap murid. “Intervensi pembelajaran yang didasarkan pada asesmen diagnostik akan membantu murid mengonstruksi pengetahuan dengan strategi yang paling tepat bagi dirinya. Hal ini dapat menjadi akselerator dalam pemrosesan informasi pada sistem konstruksi pengetahuannya. Proses tersebut akan semakin optimal ketika didukung pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal,” ujarnya
Dalam kurikulum PPG Calon Guru 2026, mata kuliah Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Lanjut membekali mahasiswa dengan kemampuan menerapkan pembelajaran mendalam melalui pendekatan berbasis kasus. Mahasiswa dilatih memanfaatkan data hasil asesmen untuk merancang pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan berpusat pada peserta didik dengan mengintegrasikan tiga kerangka utama, yaitu Desain Universal untuk Pembelajaran (DUP), Teaching at the Right Level (TaRL), dan Culturally Responsive Teaching (CRT).
Mata kuliah ini juga dirancang untuk mendukung capaian pembelajaran lulusan, meliputi kemampuan menunjukkan sikap profesional, reflektif, dan adaptif dalam pembelajaran; menyusun rancangan pembelajaran mendalam berbasis DUP; menerapkan pendekatan TaRL dan CRT dalam praktik pembelajaran; mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran dan asesmen; serta memaknai hasil asesmen sebagai dasar pengambilan keputusan pembelajaran.
Pencapaian ini semakin menegaskan komitmen Program Studi PPG FKIP UAD dalam menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan kompetensi calon guru profesional di Indonesia.