PPG UAD Terjunkan 284 Mahasiswa ke 51 Sekolah

Yogyakarta — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerjunkan 284 mahasiswa untuk mengikuti kegiatan PPL 2 secara serentak ke 51 sekolah pada Rabu (12/08/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pembentukan calon guru profesional yang mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran secara mandiri.

Kaprodi PPG FKIP UAD, Prof. Dr. Trikinasih Handayani, M.Si., secara langsung menerjunkan enam mahasiswa ke SD Negeri Sapen 1, Yogyakarta. PPL 2 berlangsung selama hampir dua bulan, mulai 12 Agustus hingga 9 Oktober 2026.

PPL 2 dirancang untuk memperkuat keterampilan profesional calon guru dalam merancang dan melaksanakan perangkat pembelajaran serta asesmen dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM). Mahasiswa tidak sekadar menjalankan praktik mengajar, tetapi juga dituntut memahami kebutuhan nyata peserta didik dan lingkungan sekolah.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengembangkan strategi pembelajaran yang kontekstual dan berpihak kepada peserta didik. Mereka diberi ruang untuk merancang, melaksanakan, mengevaluasi, sekaligus merefleksikan praktik pembelajaran secara mandiri dan bertanggung jawab.

Rangkaian PPL Mandiri meliputi orientasi, observasi, pembelajaran mandiri, kegiatan nonmengajar, hingga diskusi refleksi akhir. Setiap tahapan diarahkan untuk membangun kemampuan mahasiswa dalam mengambil keputusan pedagogis berdasarkan kondisi nyata di sekolah.

PPL 2 juga terintegrasi dengan mata kuliah Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Lanjut (PMA Lanjut) serta Pembelajaran Sosial Emosional (PSE). Integrasi tersebut menjadi bagian dari pembentukan calon guru yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.

Proses PPL 2 juga menempatkan refleksi sebagai bagian penting dari pembelajaran calon guru. Praktik mengajar tidak berhenti pada pelaksanaan di kelas, tetapi dilanjutkan dengan analisis terhadap rancangan pembelajaran, materi, media, asesmen, serta proses pembelajaran yang telah dilakukan.

Asesmen PPL 2 mencakup laporan hasil orientasi dan observasi manajemen sekolah serta lingkungan belajar. Mahasiswa juga menyusun refleksi praktik mengajar terbimbing dan mengajar mandiri.

Selain laporan, mahasiswa diwajibkan membuat e-portofolio. Dokumen digital tersebut memuat instrumen penilaian, rancangan pembelajaran, serta bukti dan analisis praktik mengajar.

Pada tahap lanjutan, e-portofolio mencakup analisis produk perencanaan pembelajaran, materi yang disusun dan diterapkan, media pembelajaran yang digunakan, hingga video pelaksanaan praktik mengajar mandiri.

Bagian lain yang menjadi perhatian ialah refleksi selama menjalani PPL 2 yaitu filosofi mengajar yang diterapkan dan dikembangkan, serta refleksi akhir mengenai pengalaman sebagai calon pendidik.

Dalam konteks pendidikan Indonesia, PPL 2 diharapkan melahirkan lulusan PPG yang kompeten dan profesional. Mereka diproyeksikan mampu beradaptasi dengan dinamika pendidikan, menghadirkan pembelajaran yang bermakna, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia.