Workshop Kebinekaan Global PPG UAD: Perkuat Toleransi hingga Cegah Perundungan di Sekolah

Yogyakarta — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Workshop Wawasan Kebinekaan Global pada Jumat (17/04/2026) di Hotel Grand Rohan Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi calon guru dalam menghadapi tantangan keberagaman di era global.

Workshop dibuka oleh Kaprodi PPG FKIP UAD, Prof. Dr. Trikinasih Handayani, M.Si., didampingi Sekretaris Prodi, Dr. Agus Supriyanto, M.Pd. Dalam sambutannya, kegiatan ini menekankan pentingnya peran guru dalam menanamkan nilai kebinekaan, toleransi, dan moderasi sejak dini di lingkungan pendidikan.

Hadir sebagai pemateri, Dr. Trisna Sukmayadi, M.Pd., Yasir Marzuqi, M.Pd., dan Mahmuda Ma’arif, M.Pd., yang menyampaikan materi komprehensif terkait kebinekaan dalam berbagai skala, mulai dari global, nasional, personal, hingga lingkungan sekolah.

Pada sesi kebinekaan global, peserta diajak memahami bahwa keberagaman merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Materi mencakup ragam manusia, bangsa, dan bahasa, serta bagaimana keragaman dapat meningkatkan kecerdasan sosial. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai kerentanan dalam keberagaman dan pentingnya melatih empat keterampilan utama sejak dini, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Sementara itu, dalam konteks kebinekaan nasional, pembahasan difokuskan pada makna toleransi, intoleransi, dan radikalisme. Pemateri juga mengangkat berbagai praktik toleransi di berbagai daerah di Indonesia, serta tantangan meningkatnya intoleransi. Konsep “hebat jadi moderat” turut ditekankan sebagai sikap yang perlu dimiliki oleh pendidik dan peserta didik.

Pada skala personal, peserta diajak memahami bahwa setiap individu memiliki identitas yang unik. Pendekatan self-compassion atau welas asih terhadap diri sendiri juga diperkenalkan sebagai bagian penting dalam membangun sikap terbuka terhadap perbedaan.

Di tingkat sekolah, workshop ini menyoroti pentingnya implementasi nilai toleransi dalam aktivitas pendidikan sehari-hari. Penguatan budaya sekolah yang inklusif serta pengembangan program berbasis kebinekaan menjadi fokus utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang harmonis.

Selain itu, materi “Menjadi Sekolah Damai” menjadi salah satu sorotan utama. Peserta dibekali strategi menjaga lingkungan sekolah tetap kondusif, termasuk meningkatkan kapasitas dalam menghadapi berbagai kerentanan seperti perundungan, kekerasan seksual, serta diskriminasi dan intoleransi.

Melalui workshop ini, diharapkan para calon guru PPG UAD mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya menguasai kompetensi pedagogik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial tinggi dalam mengelola keberagaman di lingkungan pendidikan.