Yogyakarta – Laboratorium Komputer Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi arena adu kreativitas mahasiswa dalam Pekan Seni Mahasiswa Provinsi (Peksimiprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026. Fasilitas yang selama ini digunakan untuk mendukung pembelajaran calon guru itu dimanfaatkan sebagai lokasi pelaksanaan lomba sastra pada Rabu (24/06/2026).
Peksimiprov ini mempertandingkan tiga tangkai lomba meliputi penulisan puisi, penulisan cerpen, dan penulisan lakon. Sebanyak 19 perguruan tinggi di DIY mengikutkan 1 mahasiswa di tiap tangkai lomba untuk mengikuti kompetisi tersebut. Posisi terbaik memiliki kesempatan mewakili DIY pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas).
Panitia pelaksana Peksimiprov di UAD, Fitri Merawati, M.A., mengatakan kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas dan kemampuan mereka di bidang sastra.
“Peserta yang meraih peringkat terbaik nantinya akan menjadi wakil DIY pada tingkat nasional. Karena itu, kompetisi ini menjadi ajang yang sangat penting bagi mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang kepenulisan,” ujar Fitri.
Pelaksanaan lomba melibatkan dosen Prodi PPG UAD sebagai panitia maupun dewan juri. Selain Fitri Merawati, M.A., kepanitiaan juga melibatkan Wachid Eko Purwanto, M.A.
Adapun dewan juri berasal dari kalangan akademisi yang merupakan dosen pengampu Prodi PPG UAD. Untuk cabang penulisan puisi, penilaian dilakukan oleh Dr. M. Ardi Kurniawan, M.A. Sementara cabang penulisan lakon dinilai oleh Dr. Dedi Pramono, M.Hum., dan cabang penulisan cerpen dinilai oleh Prof. Dr. Rina Ratih, S.S., M.Hum.
Kegiatan berlangsung dalam suasana kompetitif namun kondusif. Para peserta memanfaatkan fasilitas laboratorium komputer untuk menuangkan gagasan, imajinasi, dan kreativitas mereka ke dalam karya sastra yang dinilai sesuai ketentuan masing-masing cabang lomba.
Peksimiprov merupakan agenda tahunan yang mempertemukan mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di DIY dalam bidang seni dan budaya. Melalui ajang ini, mahasiswa tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memperoleh ruang untuk mengembangkan potensi, memperluas jejaring, serta meningkatkan apresiasi terhadap karya seni dan sastra.
Dari ajang ini akan dipilih peserta terbaik yang berhak membawa nama DIY pada kompetisi tingkat nasional. Harapannya, karya-karya yang lahir dari Peksimiprov 2026 mampu menunjukkan kualitas dan kreativitas mahasiswa DIY di panggung yang lebih luas.