Efektivitas Problem Based Learning dalam Meningkatkan Pemahaman Nilai Tempat Siswa SD

Pemahaman konsep dasar matematika, khususnya nilai tempat, menjadi fondasi penting bagi siswa sekolah dasar dalam menguasai operasi hitung yang lebih kompleks. Nilai tempat sendiri merujuk pada posisi suatu angka dalam bilangan yang menentukan nilainya, seperti satuan, puluhan, ratusan, dan seterusnya. Konsep ini kerap menjadi tantangan bagi siswa karena bersifat abstrak jika tidak diajarkan secara tepat.

Upaya untuk mengatasi hal tersebut dilakukan oleh Nur Aini Rahma Wati mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), saat melaksanakan praktik pembelajaran terbimbing dalam kegiatan PPL 1 di SD Muhammadiyah Demangan, Selasa (21/04/2026). Rahma mengajarkan materi nilai tempat kepada siswa kelas II dengan pendekatan yang aktif, kontekstual, dan menyenangkan.

Dalam pembelajarannya, Rahma menerapkan model Problem Based Learning (PBL) berdasarkan arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Burhanudin Arif Nurnugroho S.Si., M.Sc. dan Guru Pamong Syarifah Nuzuliana, S.Pd.I., M.Pd. Pembelajaran diawali dengan penyajian video tentang permasalahan peternak ayam yang kesulitan menghitung jumlah telur. Dari permasalahan tersebut, siswa diajak memahami bahwa jumlah telur tidak hanya sekadar dihitung, tetapi juga perlu dikelompokkan berdasarkan nilai tempat agar lebih mudah dipahami.

Nur Aini Rahma Wati mengajak siswa untuk aktif belejar materi konsep nilai tempat (Do. Nur Aini Rahma Wati)

Melalui media telur mainan, siswa secara langsung mempraktikkan pengelompokan bilangan ke dalam satuan dan puluhan. Misalnya, sepuluh telur dikumpulkan menjadi satu kelompok puluhan, sementara sisa telur lainnya tetap sebagai satuan. Pendekatan ini membantu siswa memahami bahwa angka yang sama dapat memiliki nilai berbeda tergantung posisinya dalam bilangan.

Untuk memperkuat konsep tersebut, Rahma menggunakan papan nilai tempat sebagai alat bantu visual. Media ini memungkinkan siswa melihat secara konkret bagaimana suatu bilangan tersusun dari satuan dan puluhan. Dengan demikian, siswa tidak hanya menghafal angka, tetapi memahami makna di balik susunan bilangan tersebut.

Desain lembar kerja yang interaktif turut mendukung proses pembelajaran. Selain latihan soal, siswa juga diajak melakukan aktivitas mewarnai, menggunting, dan melipat yang berkaitan dengan konsep nilai tempat. Aktivitas ini memberikan pengalaman belajar multisensori yang membantu memperdalam pemahaman siswa.

Suasana kelas yang dinamis semakin terjaga dengan adanya selingan ice breaking. Hal ini membuat siswa tetap fokus dan antusias mengikuti pembelajaran. Keaktifan siswa terlihat dari keterlibatan mereka dalam bertanya, menjawab, serta mencoba menyelesaikan masalah di depan kelas.

Siswa tampak senang dan antusias dalam belajar konsep nilai tempat (Do. Nur Aini Rahma Wati)

Praktik pembelajaran ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep nilai tempat dapat ditingkatkan melalui pendekatan yang kontekstual dan berbasis pengalaman. Dengan mengaitkan materi dengan situasi nyata serta memanfaatkan media konkret, siswa lebih mudah membangun pemahaman yang bermakna. Pendekatan seperti ini tidak hanya membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih mendalam, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah sejak dini.

Kontributor: : Nur Aini Rahma Wati (Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 bidang PGSD)
Editor : Tim Publikasi Prodi PPG UAD