Anak TK Pembina Rayakan HUT Jogja dengan Gagrak dan Otok-otok

Yogyakarta — Karnaval budaya menjadi cara TK Pembina menanamkan kecintaan terhadap tradisi lokal sekaligus melatih kepercayaan diri anak sejak dini. Didampingi mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) PPG Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bidang PGPAUD, anak-anak merayakan HUT ke-270 Kota Yogyakarta dengan mengenakan baju gagrak, memainkan otok-otok, hingga menampilkan gerak dan lagu “Jogja Istimewa”.

Karnaval berlangsung di lingkungan sekolah dan dilanjutkan dengan kunjungan ke Kemantren Umbulharjo. Anak-anak bersama guru mengenakan baju gagrak, busana tradisional khas Yogyakarta. Mereka juga membawa permainan tradisional otok-otok yang dibunyikan sepanjang perjalanan, menambah semarak suasana perayaan.

Setelah berjalan bersama di sekitar sekolah, rombongan menuju Kemantren Umbulharjo untuk bersilaturahmi dengan Camat Umbulharjo, Drs. Ananto Wibowo, M.I.P. Dalam kunjungan tersebut, anak-anak menampilkan gerak dan lagu dengan iringan lagu “Jogja Istimewa”. Mereka juga membunyikan otok-otok yang dibawa dari sekolah.

Usai kunjungan, rombongan kembali ke sekolah untuk mengikuti kegiatan unjuk bakat. Anak-anak mendapat kesempatan bernyanyi dan menari di hadapan teman-teman serta guru. Rangkaian acara ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi perayaan tahunan. Penggunaan baju gagrak, permainan otok-otok, dan lagu “Jogja Istimewa” memperkenalkan unsur budaya Yogyakarta melalui pengalaman langsung. Anak-anak tidak hanya mengenal tradisi melalui cerita di kelas, tetapi juga terlibat dalam kegiatan budaya di lingkungan sekitar.

Selain mengenalkan budaya, karnaval memberikan ruang bagi anak untuk belajar bekerja sama, berinteraksi dengan orang lain, serta membangun kepercayaan diri. Kegiatan bernyanyi, menari, dan menampilkan gerak lagu menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengekspresikan kemampuan.

Bagi mahasiswa PPL PPG UAD bidang PGPAUD, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pembelajaran di luar kelas. Mereka dapat melihat bagaimana sekolah memanfaatkan perayaan budaya sebagai sarana pendidikan yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak usia dini.

Mahasiswa PPL PPG UAD bidang PGPAUD yang terlibat dalam pendampingan kegiatan tersebut adalah Naura Nazhifa, Maully Cudika Arfani, Munadzirotul Fajriyah, Nabila Alya Sudarsono, dan Luthfia Rani Azzahra.

Melalui kegiatan ini, peringatan HUT Kota Yogyakarta menjadi momentum untuk mendekatkan anak-anak dengan identitas budaya daerah. Pengenalan tradisi sejak dini diharapkan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus mendukung perkembangan sosial, kreativitas, dan karakter anak.