Magelang — Tenaga Kependidikan (Tendik) dan Laboran Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memilih cara berbeda untuk melepas penat dari rutinitas akademik. Kamis (20/08/2026), mereka mengikuti kegiatan refreshing dengan rafting di Sungai Elo Magelang dan jelajah alam kawasan Borobudur.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda rekreasi. Pengelola FKIP UAD mengemasnya sebagai momentum untuk menyegarkan kembali fisik dan pikiran sekaligus mempererat hubungan antartendik.
Kepala Kantor FKIP UAD Nanang Budi Santosa mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk tadabur alam. Menurut dia, berinteraksi dengan alam dapat menjadi ruang untuk sejenak keluar dari rutinitas pekerjaan sekaligus membangun kebersamaan.
“Ini menjadi bentuk tadabur alam. Selain refreshing, kami ingin membangun kebersamaan dan kekompakan di antara tendik FKIP,” kata Nanang.

Rangkaian kegiatan rafting di Sungai Elo, aktivitas ini menghadirkan pengalaman berbeda karena para peserta harus bekerja sama menghadapi arus sungai. Tendik yang tidak mengikuti rafting berkegiatan menjelajahi kawasan Borobudur dengan mengunjungi UMKM.
Wakil Dekan Bidang SDM dan KKAU FKIP UAD, Dr. Ani Susanti, M.Pd.B.I., mengatakan refreshing diperlukan setelah para tendik menjalani berbagai pekerjaan akademik dan pelayanan administrasi.


Ia berharap kegiatan tersebut membuat tendik dan laboran kembali dengan kondisi lebih segar sehingga dapat menjalankan pekerjaan dengan energi dan semangat baru.
“Semoga setelah kegiatan ini semuanya bisa melepas penat selama mengerjakan pekerjaan akademik. Setelah kembali, bisa fresh lagi dan lebih semangat dalam memberikan pelayanan akademik,” ujar Ani.
Menurut Ani, kegiatan bersama juga memiliki manfaat lain, yakni memperkuat relasi personal di lingkungan kerja. Kedekatan antartendik dinilai penting karena pekerjaan pelayanan akademik membutuhkan koordinasi dan kolaborasi.

Ia berharap suasana yang lebih akrab tersebut dapat mendorong terbentuknya tim kerja yang semakin solid.
Kekompakan, kata Ani, bukan sekadar urusan kebersamaan dalam kegiatan nonformal. Lebih jauh, kekompakan menjadi modal untuk mendorong kemajuan FKIP UAD.
“Harapannya tendik FKIP semakin kompak dan akrab. Ikhtiarnya, dengan kekompakan itu, kita bisa bersama-sama meningkatkan kemajuan FKIP UAD,” katanya.
Kegiatan refreshing ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tugas, tetapi juga memperhatikan kebersamaan dan semangat kolektif. Dengan pikiran yang lebih segar dan hubungan kerja yang semakin erat, pelayanan akademik diharapkan semakin optimal.