Yogyakarta – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bidang Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mempresentasikan proposal Proyek Kepemimpinan yang mengangkat pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Presentasi berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Kampus 5 UAD, sebagai bagian dari mata kuliah Proyek Kepemimpinan.
Presentasi dipandu dosen pengampu Luqman Tifa Perwira, M.Psi., Psikolog, yang memberikan berbagai masukan untuk memperkuat rancangan program agar lebih aplikatif dan berdampak bagi masyarakat.
Kelompok yang beranggotakan Isna Farikhatu, Andini Bhestari Suradi, Aprilianita Iswant, Arum Sari, Ella Fadilah Nur Fahmi, Fadhila Dewi Nur Aini, Farah Mufti Muhanik, Filta Widiyana, dan Fina Rohmah mengusung proposal berjudul “Optimalisasi Pemanfaatan dan Pengolahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA): Mengingatkan Kembali Potensi Tanaman Obat di Lingkungan Sekitar sebagai Pendukung Kesehatan.”
Program tersebut akan dilaksanakan di Desa Plosogede, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Lokasi dipilih setelah kelompok mengidentifikasi masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, khususnya dalam melakukan deteksi dini hipertensi.
Dalam presentasinya, mahasiswa menjelaskan bahwa berbagai tanaman herbal seperti jahe, kunyit, serai, sirih cina, daun pandan, daun salam, dan tanaman obat lainnya sebenarnya tumbuh melimpah di lingkungan masyarakat. Namun, pemanfaatannya belum optimal karena masih terbatasnya pengetahuan warga mengenai manfaat, cara budidaya, maupun pengolahannya.
Melalui proyek tersebut, mahasiswa akan memberikan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini hipertensi sekaligus pelatihan mengolah TOGA secara sederhana yang aman, higienis, dan mudah dipraktikkan di rumah. Masyarakat juga akan diberikan pemahaman bahwa TOGA merupakan pendukung kesehatan, bukan pengganti pengobatan medis, sehingga tetap diperlukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan apabila mengalami kondisi yang membutuhkan penanganan tenaga medis.
Program ini juga diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat agar mampu memanfaatkan aset lokal secara berkelanjutan sesuai prinsip Asset-Based Community Development (ABCD). Dengan demikian, diharapkan tumbuh kemandirian keluarga dalam menjaga kesehatan melalui potensi lingkungan yang dimiliki.
Meski pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026, kelompok mahasiswa telah melakukan koordinasi awal dengan pemerintah setempat.
Sejauh ini, kelompok telah bertemu dengan Kepala Dusun (Kadus) di Desa Plosogede. Pertemuan tersebut mendapat sambutan positif. Pemerintah dusun menyatakan dukungannya terhadap program karena dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang selama ini belum tergarap secara optimal.
Dukungan tersebut menjadi modal awal bagi mahasiswa untuk membangun kolaborasi bersama masyarakat dalam pelaksanaan proyek kepemimpinan.
Proyek kepemimpinan ini sekaligus menjadi wujud implementasi pembelajaran mahasiswa PPG UAD dalam menghadirkan solusi berbasis potensi lokal, mengintegrasikan kepemimpinan, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi pendidikan untuk menghasilkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kontributor : Arum Sari.
Editor : Dikdo