Semester 2 Dimulai, Mahasiswa PPG UAD Ditempa Lewat PPL dan Proyek Kepemimpinan

Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi memulai perkuliahan Semester 2 pada Senin, 13 Juli 2026. Perkuliahan akan berlangsung hingga 13 Desember 2026 dengan penekanan pada pembelajaran berbasis praktik untuk memperkuat kompetensi profesional calon guru.

Berbeda dengan semester sebelumnya yang lebih banyak berfokus pada penguatan teori, Semester 2 menjadi fase implementasi kompetensi melalui pengalaman nyata di lapangan. Mahasiswa akan menempuh beban studi yang meliputi mata kuliah praktik 10 SKS, Proyek Kepemimpinan 2 SKS, serta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sebanyak 8 SKS.

Fokus utama pembelajaran diarahkan pada empat agenda strategis, yakni Praktik Pengalaman Lapangan (PPL 2), Proyek Kepemimpinan di lingkungan masyarakat, Seminar PPG, serta persiapan menghadapi Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG).

Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr. Agus Supriyanto, M.Pd., mengatakan pelaksanaan perkuliahan Semester 2 tetap mengacu pada desain pembelajaran hybrid learning yang telah ditetapkan oleh Direktorat PPG Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Kami mengikuti desain pembelajaran yang telah ditetapkan Direktorat PPG Kemendikdasmen, yakni melalui sistem hybrid learning yang mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dengan Learning Management System (LMS). Skema ini dirancang agar proses pembelajaran tetap fleksibel, namun kualitas akademik dan pencapaian kompetensi mahasiswa sebagai calon guru profesional tetap terjaga,” ujar Agus.

Avanti Vera Risti Pramudyani, M.Pd. sedang mendampaingi pengerjaan Lembar Kerja pada LMS mata kuliah Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Lanjut PAUD

Pelaksanaan PPL menggunakan dua pendekatan utama, yaitu Proyek Inovasi Pengajaran (Collaborating Teaching) dan Proyek Studi Kasus Peserta Didik Bermasalah (Leading Teaching). Kedua pendekatan tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan inovasi pembelajaran sekaligus meningkatkan kemampuan menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi peserta didik di sekolah.

PPL juga tetap terintegrasi dengan mata kuliah inti, yakni Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Lanjut serta Pembelajaran Sosial Emosional. Sedangkan untuk bidang studi Bimbingan dan Konseling terhubung pada mata kuliah Konseling Kelompok serta Pembelajaran Sosial Emosional. Integrasi ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan, hingga mengevaluasi proses layanan bimbingan dan konseling secara komprehensif.

Selain praktik mengajar, mahasiswa akan mengikuti Seminar PPG yang menjadi bagian penting dalam pembentukan guru profesional. Melalui seminar ini, mahasiswa didorong mengembangkan kemampuan refleksi terhadap praktik pembelajaran yang telah dilakukan.

Kemampuan reflektif dinilai menjadi salah satu kompetensi penting bagi seorang guru karena membantu mengevaluasi proses pembelajaran, mengenali kekuatan dan kelemahan diri, serta memetakan kebutuhan belajar peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran yang dirancang diharapkan menjadi lebih relevan, adaptif, dan efektif.

Luaran Seminar PPG diwujudkan dalam berbagai karya inovatif, seperti desain pembelajaran, desain program sekolah, video pendidikan kreatif, multimedia interaktif, alat peraga edukatif, maupun produk inovasi lain yang memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.

Sementara itu, mata kuliah Proyek Kepemimpinan dirancang sebagai pembelajaran berbasis proyek yang menantang mahasiswa mengembangkan kemampuan memimpin melalui pengalaman langsung. Mahasiswa tidak hanya dituntut menyusun perencanaan, tetapi juga mengelola hingga mengeksekusi sebuah inisiatif yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan masyarakat.

Semester 2 juga menjadi tahapan penentu sebelum mahasiswa mengikuti UKPPPG sebagai syarat memperoleh sertifikat pendidik. Oleh karena itu, seluruh rangkaian kegiatan akademik pada semester ini diarahkan untuk membangun kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepemimpinan secara utuh.

Melalui dedikasi, komitmen, dan kesiapan menjalani setiap proses pembelajaran di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu melewati seluruh tahapan dengan optimisme. Pengalaman selama Semester 2 diharapkan melahirkan guru-guru profesional yang adaptif, reflektif, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan transformasi pendidikan Indonesia.