Yogyakarta – Editor-in-Chief Journal of Professional Teacher Education (JPROTECT), Dr. Wahyu Nanda Eka Saputra, M.Pd. Kons., sebagai narasumber utama pada Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah bagi Mahasiswa Prodi PPKn. Pelatihan ini diwajibkan bagi mahasiswa angkatan 2023/2024 pada Kamis (25/06/2026) berlangsung di Laboratorium Prodi PPKn UAD. JPROTECT merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) UAD.
Kemampuan menulis artikel ilmiah menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa. Melalui pelatihan ini, Prodi PPKn UAD berupaya membekali mahasiswa dengan keterampilan menulis yang sesuai standar publikasi akademik dan kebutuhan jurnal ilmiah.
Dalam pemaparannya, Wahyu mengungkap sejumlah persoalan yang kerap dihadapi penulis pemula saat menyusun artikel ilmiah. Menurut dia, banyak mahasiswa masih kesulitan menentukan topik penelitian yang menarik dan memilih jurnal tujuan yang sesuai dengan substansi naskah.
“Permasalahan lain yang sering muncul adalah tidak adanya kesesuaian antara latar belakang, metode, hasil, dan pembahasan,” kata Wahyu di hadapan peserta pelatihan.
Ia menambahkan, kesalahan yang paling sering dijumpai adalah kualitas artikel yang tidak sejalan dengan abstrak yang ditulis. “Sering kali full paper tidak seindah abstraknya,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Wahyu membagikan berbagai teknik penulisan artikel ilmiah yang efektif. Materi yang diberikan meliputi pemilihan judul yang menarik, penyusunan abstrak, penulisan pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, hingga penyusunan kesimpulan serta referensi.
Setiap materi disampaikan disertai contoh konkret agar lebih mudah dipahami oleh mahasiswa. Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan mampu menyusun artikel ilmiah yang lebih sistematis dan memenuhi standar publikasi akademik.
Selain memberikan materi teknis, Wahyu juga memotivasi mahasiswa untuk tidak mudah menyerah dalam proses publikasi ilmiah. Menurutnya, tantangan terbesar bukanlah menulis, melainkan menjaga semangat ketika naskah mengalami penolakan dari editor jurnal.
“Menulis itu mudah, yang sulit adalah tetap men-SINTA-i walaupun ditolak oleh editor jurnal,” kata Wahyu yang juga menjabat sebagai Koordinator Akademik Bidang Studi Bimbingan dan Konseling pada Prodi PPG UAD.
Menutup pelatihan, ia mengingatkan pentingnya memahami tujuan dan karakteristik jurnal yang dituju. Penulis, kata dia, perlu mencermati author guidelines atau pedoman penulisan yang disediakan setiap jurnal.
Menurut Wahyu, pedoman tersebut menjadi panduan penting bagi penulis untuk menyesuaikan format dan substansi naskah sesuai dengan kebutuhan editor. Dengan memperhatikan ketentuan tersebut, peluang artikel untuk diterima dan dipublikasikan akan semakin besar.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Prodi PPKn UAD dalam meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa, khususnya dalam menghasilkan karya tulis ilmiah yang berkualitas dan siap dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional.