Yogyakarta – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahap 1 Tahun 2026 mengikuti Stadium Generale #11 yang diselenggarakan oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube.
Mengangkat tema “Etika Pemanfaatan Artificial Intelligence dan Pengembangannya”, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) dan Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD.
Selain mahasiswa PPG, Studium Generale ini juga diikuti mahasiswa jenjang magister, doktoral, dan profesi pada Semester Genap 2025/2026. Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan peserta dalam memahami serta menerapkan etika dalam pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).
Studium Generale #11 menghadirkan dua narasumber nasional, yakni Prof. Dr. rer. nat. Achmad Benny Mutiara, Ketua APTIKOM sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Gunadarma, serta IIsmail Fahmi, S.T., M.A., Ph.D, Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kepala LPP, Prof. Dr. Ishafit, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa AI telah diadopsi untuk membantu berbagai aktivitas manusia, baik dalam bidang akademis maupun nonakademis. Oleh karena itu, etika menjadi aspek yang sangat penting dalam penggunaannya.
“AI telah diadopsi untuk membantu manusia dalam kegiatan akademis maupun nonakademis. Karena itu, etika menjadi sangat penting. Gunakan AI secara cerdas untuk menunjang kegiatan akademis dengan tetap menjunjung tinggi etika akademik,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Dr. Nur Kholis, M.Ag. secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menilai tema yang diangkat sangat kontekstual dan visioner di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Nur Kholis juga mengapresiasi kolaborasi dua lembaga strategis di UAD. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pernyataan sikap institusional dalam merespons isu krusial abad ke-21.
“Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi pernyataan sikap institusional UAD terhadap isu-isu destruktif di abad ke-21, dengan mempertemukan dua dimensi fundamental yang saling melengkapi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa LPSI memastikan pembahasan AI tetap berpijak pada nilai-nilai etika Islam dan tanggung jawab moral. Sementara LPP berperan dalam mendorong transformasi pendidikan agar responsif terhadap perkembangan AI, khususnya dalam proses mengajar, belajar, dan penilaian.
Menurutnya, integrasi antara etika yang berakar pada nilai wahyu dan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman menjadi kunci dalam menghadapi era kecerdasan buatan.
Melalui Studium Generale #11 ini, UAD menegaskan komitmennya dalam membekali mahasiswa agar mampu menggunakan AI secara bijak, etis, dan bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.