Yogyakarta – Pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru 1 Tahun 2026 dipastikan digelar secara luring dengan pengawasan langsung. Dalam koordinasi yang berlangsung Senin (30/3/2026), penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh mahasiswa menjadi sorotan utama, seiring penegasan dosen untuk meningkatkan kualitas penilaian dan umpan balik akademik.
Dalam koordinasi tersebut, Prof. Dr. Trikinasih Handayani, M.Si. menyampaikan arahan kepada dosen pengampu membuat kesepakatan bersama terkait penggunaan soal yang telah disediakan oleh pengembang Learning Management System (LMS). Kesepakatan ini menjadi acuan utama dalam pelaksanaan UTS agar berjalan seragam dan terstandar.
Selain itu, para dosen juga diingatkan untuk memberikan umpan balik (feedback) terhadap tugas mahasiswa. Umpan balik yang diberikan diharapkan bersifat substantif dan akademik, sehingga mampu meningkatkan pemahaman serta kualitas hasil belajar mahasiswa.

Sementara itu, Prof. Dr. Dian Artha Kusumaningtyas, M.Pd.Si. menekankan pentingnya ketelitian dalam proses koreksi tugas. Ia mengingatkan agar dosen melakukan penilaian secara lebih tajam, terutama dalam mendeteksi penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh mahasiswa.
“Mahasiswa yang terindikasi menggunakan AI dalam pengerjaan tugas perlu diarahkan agar tidak bergantung pada bantuan tersebut, melainkan mengedepankan kemampuan berpikir mandiri,” tegasnya.
Pelaksanaan UTS pada Rabu (1/04/2026) dilaksanakan dengan pengawasan langsung secara luring. Hal ini untuk menjamin kejujuran akademik serta meminimalisasi potensi kecurangan selama ujian berlangsung. Dengan demikia harapan pelaksanaan UTS berjalan lancar, profesional, dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik dapat tercapai.