Bantul – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan pembelajaran terbimbing bagi mahasiswa PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2026 pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 537 mahasiswa dan difokuskan untuk mematangkan persiapan menghadapi Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG).
Pendampingan diawali dengan arahan dari Pengembang Kurikulum PPG UAD, Prof. Dian Artha Kusumaningtyas, M.Pd.Si, yang menekankan pentingnya kesiapan teknis serta integritas akademik dalam menghadapi ujian kompetensi tersebut.
Dalam kegiatan ini, pendampingan dilakukan secara spesifik berdasarkan bidang studi agar mahasiswa mendapatkan bimbingan yang lebih terarah. Bidang PGPAUD didampingi oleh Intan Puspitasari, M.Pd, bidang PGSD oleh Dr. Ika Maryani, M.Pd, serta bidang Bahasa Indonesia oleh Dr. Agus Supriyanto.
Tim akademik PPG UAD juga memberikan penekanan pada beberapa aspek penting dalam penyusunan Uji Kinerja (UKin). Mahasiswa diwajibkan menyusun modul ajar secara lengkap yang mencakup media pembelajaran, bahan ajar, lembar kerja peserta didik, hingga instrumen evaluasi.
Selain itu, materi yang diangkat harus sesuai dengan bidang PPG yang terdaftar pada sistem SIMPKB, sehingga linier dengan kompetensi yang diuji.
Mahasiswa juga diminta membuat video pembelajaran yang menggambarkan praktik mengajar secara nyata di kelas, bukan sekadar rekaman potongan video atau pre-memory.
Aspek lain yang ditekankan adalah orisinalitas karya. Mahasiswa diharapkan menghasilkan karya sendiri serta menghindari praktik plagiarisme. Referensi dari internet diperbolehkan, namun harus diolah dan dikembangkan kembali agar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Melalui pendampingan terstruktur ini, Prodi PPG UAD berharap mahasiswa dapat memperoleh hasil terbaik dalam UKPPPG.
“Harapan kami, seluruh peserta dapat meraih hasil maksimal pada UKPPPG dengan target kelulusan mencapai 100 persen,” ujar tim pengelola PPG UAD.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PPG UAD dalam meningkatkan kualitas calon guru profesional sekaligus memperkuat kontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan nasional.