Yogyakarta — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Coaching Clinic PPG Calon Guru pada Sabtu (01/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari UAD serta alumni yang memberikan pembekalan tentang regulasi, kompetensi, hingga strategi sukses mengikuti seleksi PPG. Kegiatan ini diikuti oleh pendaftar PPG Calon Guru.
Dalam sambutannya, Kaprodi PPG UAD, Prof. Trikinasih Handayani, M.Si, menegaskan bahwa profesi guru memiliki landasan hukum kuat dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Undang-undang tersebut menyebutkan bahwa guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Prof. Trikinasih juga menekankan bahwa seorang guru profesional wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, serta profesional, disertai sertifikasi pendidik dan kondisi jasmani serta rohani yang sehat. “Guru harus mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional,” ujarnya.
Materi berikutnya disampaikan Dr. Dian Artha Kusumaningtyas, M.Pd.Si, yang memaparkan isi Permendikbudristek Nomor 19 Tahun 2024 tentang Pendidikan Profesi Guru. Ia menjelaskan bahwa PPG menjadi instrumen penting dalam menyediakan guru berkualitas sekaligus menyeimbangkan kebutuhan (demand) dan ketersediaan (supply) guru di Indonesia.
Menurutnya, urgensi pembukaan PPG bagi calon guru muncul karena adanya kekosongan formasi yang harus diisi oleh tenaga pendidik bersertifikat. “PPG adalah gerbang utama bagi lulusan S1 untuk memperoleh sertifikat pendidik,” jelasnya. Program ini juga dirancang untuk menjawab tuntutan kompetensi guru abad 21, termasuk pemahaman deep learning, growth mindset, serta kecakapan teknologi informasi.
Sesi terakhir menghadirkan Alim Mustofa, S.Pd.Gr, alumni PPG Calon Guru UAD tahun 2022, yang berbagi praktik baik dalam menghadapi seleksi PPG. Alim menekankan pentingnya sikap dan attitude dalam proses wawancara. “Penilaian sikap sangat menentukan, karena peserta dipersiapkan menjadi guru profesional. Persiapkan setiap tahapan seleksi dengan matang,” pesannya.
Kegiatan Coaching Clinic ini diharapkan dapat membantu para calon peserta memahami mekanisme seleksi dan meningkatkan kesiapan mereka untuk menjadi guru profesional sesuai kebutuhan pendidikan nasional.