Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru 2026 mengikuti Workshop Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang digelar pada Ahad (12/04/2026) di KJ Hotel. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membekali calon guru agar siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Workshop tersebut menghadirkan Kepala Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Rahmadi Wibowo Suwarno Lc., M.A., M.Hum., sebagai narasumber utama. Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas,M.T., didampingi Wakil Dekan FKIP Bidang AIK, Prof. Dr. Suyatno,M.Pd.I, serta Kaprodi PPG, Prof. Dr. Trikinasih Handayani, M.Si.
Dalam sambutannya, Muchlas menegaskan bahwa selain kemampuan akademik dan empat kompetensi dasar, calon guru juga harus mengembangkan etika, budi pekerti, serta tanggung jawab sebagai pendidik profesional.
“Kepekaan terhadap perubahan regulasi dan kebijakan pendidikan juga menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi guru,” ujarnya.
Ia menambahkan, guru masa depan dituntut tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu beradaptasi dengan dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Rahmadi menjelaskan bahwa ajaran Islam mencakup aspek akidah, akhlak, ibadah, serta muamalah duniawiyah yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman Muhammadiyah. Ia juga menekankan pentingnya metodologi manhaj tarjih sebagai pendekatan dalam memahami ajaran Islam secara komprehensif dan kontekstual.
“Cara memahami hidup yang benar akan menentukan bagaimana seseorang menjalani kehidupannya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rahmadi memaparkan konsep Pernyataan Muhammadiyah Abad Kedua tentang Islam Berkemajuan, yakni Islam yang mempertinggi derajat dan memajukan kehidupan manusia, sekaligus memerangi keterbelakangan, kemiskinan, kebodohan, dan kemerosotan akhlak.
Ia menjelaskan bahwa risalah Islam Berkemajuan mencakup sejumlah nilai utama, di antaranya perdamaian, kerukunan, penegakan keadilan, penghapusan kezaliman, serta menghadirkan kesejahteraan, pencerahan, dan kemajuan universal. Selain itu, konsep tersebut juga menekankan kemaslahatan bagi umat manusia dan seluruh makhluk ciptaan Allah.
Tak hanya itu, Rahmadi juga menyinggung konsep Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yakni sistem kalender Islam yang memandang seluruh kawasan dunia sebagai satu kesatuan, sehingga awal bulan Hijriah dimulai pada hari yang sama di seluruh dunia.
Menurutnya, konsep KHGT memiliki beberapa poin penting, antara lain upaya perbaikan sistem waktu Islam, pemberlakuan kalender Islam global yang bersifat unifikatif, serta penyatuan hari ibadah Islam khususnya yang bersifat lintas kawasan.
Menurutnya, penguatan nilai-nilai AIK menjadi fondasi penting bagi calon guru, tidak hanya dalam kehidupan pribadi, tetapi juga dalam praktik pendidikan di sekolah.
Workshop ini sekaligus menjadi upaya strategis UAD dalam mencetak guru profesional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman, berkarakter kuat, serta berintegritas tinggi sesuai nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah.